Kamis, 12 Desember 2019

Inilah Gaya Bertarung Muhammad Ali Yang Bikin Melegenda

Inilah Gaya Bertarung Muhammad Ali Yang Bikin Melegenda



Dikutip dari berbagai sumber, Ali ternyata memiliki gaya tinju yang menarik dan beda dari petinju di zamannya. Gaya tersebut dia tunjukkan di awal kariernya. Dia mengandalkan kecepatan tangannya, refleks, dan pergerakan yang konstan, menari dan memutari lawannya sepanjang pertarungan, lalu menempatkan tangannya di bawah serta membalas dengan cepat. Memblok jab kiri dan melancarkan pukulan yang tidak terprediksi.

Pergerakan kakinya yang kuat membuat lawan sulit membuatnya terpojok.

Dengan perlahan, petinju kelas dunia itu terus mengincar Ali dengan berbagai pukulan. Tapi tindakan itu malah membuat pertahanannya cukup terbuka.

Alhasil, Ali dengan mudah melancarkan pukulan balik, termasuk chopping kanan. Ali bahkan selalu bergerak & menari, yang disebutnya dengan gerakan "Ali Shuffle". Pergerakannya itu membuatnya banyak dipuji, salah satunya mantan petinju George Chuvalo.

"Dia sangat cepat. Ketika dia muda, dia menggerakkan kaki dan tangannya dalam waktu bersamaan. Dia melancarkan pukulan ketikas bergerak. Dia langsung menjauh dari jarak pukulan, dan kembali ke dalam untuk kembali memukul. Sehingga, kalau anda menunggu sampai dia masuk ke wilayah jarak pukulan anda, dia akan mengalahkan anda," pujinya.

ketika berada di atas ring, Ali selalu mengejek dan memancing para lawan-lawannya di sepanjang pertarungan. Ketika hendak bertanding, kalimat Ali sering menghibur setiap orang yang mendengarnya, dan kalimat yang diucapkannya sangat menohok, dan seperti sudah di rencanakan untuk mempromosikan sebuah pertarungan.

Salah satu kalimat yang kerap dilontarkannya adalah memicu psikologi lawannya, yang bisa membuat lawannya terprovokasi & kehilangan fokus. Namun pernah ada yang membuat lawannya marah atas kata-kata yang diucapkannya, hal itu terjadi ketika dia menyebut gaya bertinju Liston mirip dengan ayahnya. Salah satu penulis pernah menyebut cara itu sebagai strategi terbaik dalam sejarah tinju, "dan itu dilakukan oleh remaja yang baru lulus 376 dari kelas 391."

Namun demikian, Ali sering menyebut diri sebagai "juara rakyat" dan menganggap lawannya sebagai "alat kulit putih". Di awal kariernya, dia membangun reputasi dengan memprediksi ronde di mana dia menghabisi lawannya.

Selamat jalan Ali.

0 Comment: