Rabu, 25 April 2018

Rangkuman Materi Tentang Asuransi

Rangkuman Materi Tentang Asuransi




DEFINISI ASURANSI:
Dari Sudut Pandang Badan Usaha & Sosial Asuransi adalah suatu rencana yang melibatkan penggabungan sekelompok orang dengan memindahkan risiko yang dimilikinya masing-masing.

Dari sudut Pandang Ekonomi, Asuransi adalah salah satu cara yang paling ekonomis untuk mengurangi kerugian yang mungkin dihadapi oleh seseorang atau suatu unit badan usaha, dengan membayar sejumlah premi yang relatif kecil akan diperolah hasil yang besar berupa perlindungan terhadap kerugian yang mungkin dialami dari timbulnya risiko yang dijamin.

UNSUR DALAM ASURANSI

  • Pihak tertanggung (insured)
  • Pihak yang berjanji membayar uang kepada pihak penanggung.
  • Pihak penanggung (insurer)
  • Pihak yang berjanji membayar jika peristiwa pada unsur ketiga terlaksana.
  • Suatu peristiwa (accident)
  • Suatu peristiwa belum tentu akan terjadi (evenement).
  • Kepentingan (interest)
Hubungan antara seseorang atau benda yang diasuransikan dari pihak yang ikut tertanggung dalam polis asuransi; misalnya, seorang istri mempunyai kepentingan atas kehidupan suaminya karena secara finansial / keuangan dapat dirugikan dalam hal suaminya meninggal dunia; oleh karena itu, istri berhak menerima uang pertanggungan jika suami meninggal dunia, sementara polis masih berlaku.

HAK & KEWAJIBAN TERTANGGUNG
Hak :

  • Mendapatkan penjelasan tentang risiko yang dijamin & tidak dijamin
  • Menerima polis (surat perjanjian asuransi)
  • Mendapat ganti kerugian bila terjadi peristiwa
  • Hak-hak lainnya sebagai imbalan dari kewajiban penanggung

Kewajiban :

  • Membayar premi
  • Memberitahukan keadaan-keadaan sebenarnya mengenai barang-barang yang dipertanggungkan
  • Mencegah agar kerugian dapat dibatasi
  • Kewajiban khusus yang mungkin disebut di dalam Polis

SYARAT SYAHNYA PERJANJIAN ASURANSI
Diatur dalam Pasal 1320 KUHPdt : Kesepakatan kedua belah pihak. Maksud dari kata sepakat adalah, kedua belah pihak yang membuat perjanjian setuju mengenai hal-hal yang pokok dalam kontrak.
Ditambah ketentuan Psl 251 KUHD tentang pemberitahuan ( notification), yakni tertanggung wajib memberitahukan kepada penanggung mengenai keadaan obyek asuransi. Apabila lalai maka pertanggungan menjadi batal

TUJUAN ASURANSI
Mengurangi ketidakpastian dari hasil usaha yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan dalam rangka memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan

FUNGSI UTAMA ASURANSI
Menempatkan posisi keuangan tertanggung kembali kepada saat sebelum terjadi kerugian / loss

MANFAAT ASURANSI
Rasa aman dan perlindungan
Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil
Sebagai tabungan dan sumber pendapatan
Memberikan kepastian
Meminimalisir risiko kerugian
Menjadikan hidup lebih tenang
Membantu meningkatkan kegiatan usaha tertanggung

RESIKO ASURANSI
Produk Asuransi yang dibeli tidak dapat menjamin risiko yang ingin dijamin, misalnya: salah membeli Produk Asuransi/memilih Perusahaan Asuransi yang tidak bonafit
Produk Asuransi yang dibeli menjamin risiko yang hampir tidak mungkin terjadi (tidak diperlukan).

KEUNTUNGAN MEMBELI JASA ASURANSI
Mengurangi ketidakpastian risiko
Kepastian adanya proteksi asuransi
Mengurangi beban keuangan akibat timbulnya kerugian
Memperoleh masukan berupa informasi dan saran mengenai cara mengurangi/ meminimalisasi risiko
Menjamin ketenangan untuk berusaha/ bekerja.

PRINSIP ASURANSI
Insurable interest (kepentingan terhadap objek) Hak subyektif yang mungkin akan lenyap atau berkurang karena peristiwa tidak tentu
Ulmost good faith (itikad baik)
Indemnity (kembali pada posisi semula/keseimbangan)

SYARAT INSURABLE RISK
Loss and Unexpected
Kerugian harus dapat diukur/dipastikan waktu dan tempatnya serta sulit diperkirakan kejadiannya (tanpa rekayasa).
Reasonable
Nilai benda yang dipertanggungkan cukup material.
Homogeneous
Barang yang diasuransikan bukan yang unik melainkan banyak barang serupa atau sejenis.

PELAKSANAAN PRINSIP ASURANSI
Pembayaran tunai atas suatu klaim dengan penyerahan langsung kepada tertanggung atau kepada pihak ketiga dalam hal tanggung gugat
Penggantian (replacement) atas barang tertanggung dalam bentuk barang yang sama
Perbaikan (repair) barang milik tertanggung menjadi bentuk/kondisi semula (kerusakan kendaraan)
Pembangunan kembali (reinstatement), biasanya pada property insurance.

PERBEDAAN ASURANSI & PERJUDIAN
No
Asuransi
Perjudian
1
Bertujuan untuk mengurangi resiko (pada perushaan asuransi) Menciptakan resiko dari belum ada menjadi ada
2
Sifat social (jaminan hari tua dan pendidikan) Bersifat tidak social (amoral)
3
Kontrak asuransi tertulis dan mengikat Tak tertulis dan tak mengikat

B. R E SIKO DALAM ASURANSI
DEFINISI RISIKO
Dalam dunia asuransi yang dimaksud resiko adalah: ketidakpastian yang menimbulkan kerugian, dimana kerugian tersebut dapat dinilai secara financial.

KETIDAKPASTIAN ITU ADA 3:
Ketidakpastian ekonomis
Ketidakpastian berkaitan dengan alam
Ketidakpastian yang manusiawi

MENGANTISIPASI RESIKO
Menghindari
Menghapus
Mengurangi
Membatasi
KLASIFIKASI RESIKO

Manfaat :
Klasifikasi resiko berguna dalam rangka menetapkan apakah suatu resiko dapat diasuransikan atau tidak dan untuk menentukan apakah suatu resiko lebih tepat ditangani oleh pemerintah atau diserahkan kepada lembaga asuransi komersial.

KLASIFIKASI RESIKO
Resiko Murni adalah Semua peristiwa yang apabila terjadi selalu menimbulkan kerugian, resiko yang hanya mempunyai satu akibat, yang bernama kerugian, sehingga tidak ada orang yang akan menarik keuntungan dari resiko ini (kebakaran, kecelakaan, )
Resiko Speklatif adalah semua peristiwa yang apabila terjadi dapat menimbulkan kerugian akan tetapi kemungkinan dapat juga mendatangkan keuntungan. Seperti resiko pemasaran, resiko produksi (barang expired, utang, …..)

KLASIFIKSI RESIKO
RESIKO STATIS ketidakpastian yang selalu ada walaupun tidak ada perubahan sebagaimana dalam resiko murni ataupun akan terjadi dalam waktu tertentu akan terjadi.
RESIKO DINAMIS ketidakpastian yang timbul akibat adanya perubahan dalam masyarakat, lingkungan, keinginan konsumen, dunia usaha dan teknologi.

RESIKO FUNDAMENTAL
Yaitu resiko yang sebab maupun akibatnya impersonal (tidak menyangkut seseorang).
Kerugian yang timbul dari resiko yang bersifat fundamental biasanya tidak hanya menimpa seorang melainkan menimpa banyak orang (gempa bumi, Perang, Inflasi, …)
Resiko fundamental asuransinya dikelola pemerintah, karena akibat dari resiko ini dalam jumlah, area yg luas serta bersifat peristiwa yang terjadi diluar kendali manusia.

RISIKO YANG DAPAT DIASURANSIKAN dan RISIKO YANG TIDAK DAPAT DIASURANSIKAN
RISIKO YANG DAPAT DIASURANSIKAN adalah risiko yang dapat dipindahkan pada perusahaan asuransi yang pada dasarnya adalha jenis risiko murni / statis merupakan risiko yang dapat diasuransikan.

RISIKO YANG TIDAK DAPAT DIASURANSIKAN adalah risiko yang tidak dapat dipindahkan kepada perusahaan asuransi, yang pada dasarnya semua jenis risiko spekulatif / dinamis merupakan risiko yang tidak dapat diasuransikan.

SYARAT DASAR RISIKO YANG DAPAT DIASURANSIKAN
Dapat dinilai dengan uang
Serupa dan dalam jumlah yang memadai
Harus bersifat murni
Terjadi kebetulan/tidak direncanakan
Tidak bertentangan dengan kepentingan umum
Premi asuransi harus wajar
Pihak yang mengasuransikan harus pihak yang memiliki (insurable interest).

RISIKO ASURANSI KONVESIONAL
Adanya pengalihan risiko (risk transfer) Bila tertanggung mengalami risiko sesuai dengan yang tertuang dalam kontrak asuransi, maka perusahaan asuransi harus membayar sejumlah dana yang disebut Uang Pertanggungan kepada tertangggung atau yang berhak menerimanya.
Sebaliknya bila sampai akhir masa kontrak tertanggung tidak mengalami risiko yang
diperjanjikan maka kontrak asuransi berakhir, semua hak dan kewajiban kedua belah pihak juga berakhir.

0 Comment: